Dari kursus Data Pajak: Kualitas dan Tanggung Jawab Bersama
10 menit
Data dapat tampak rapi tetapi tetap tidak cocok untuk pekerjaan. Akurasi menanyakan apakah nilainya sesuai keadaan atau bukti yang semestinya: nominal Rp350.000 pada daftar perlu dibandingkan dengan bukti sumber. Kelengkapan menanyakan apakah informasi yang diwajibkan oleh kebutuhan kerja tersedia. Keunikan menanyakan apakah satu kejadian atau objek tercatat berulang padahal seharusnya satu. Kunci pemeriksaan harus mengikuti unit baris; objek PBB-P2 yang sama pada tahun berbeda tidak otomatis merupakan duplikasi.
Konsistensi menanyakan apakah arti, satuan, dan kategori selaras antarcatatan. “Rp1 juta” dan “1” dapat mewakili nilai yang sama atau berbeda tergantung satuannya. Ketepatan waktu menanyakan apakah pembaruan cukup cepat untuk kebutuhan layanan; daftar kemarin bisa belum memadai untuk menjawab pembayaran pagi ini. Validitas menanyakan apakah nilai memenuhi aturan bentuk atau rentang yang telah disepakati, misalnya bulan 01–12. Tanggal berbentuk benar belum tentu tanggal kejadian yang benar: validitas tidak membuktikan akurasi.
Enam dimensi ini membantu memilih perbaikan, bukan memberi cap bahwa seluruh data buruk. Dalam sepuluh catatan latihan, dua kehilangan masa pajak: kelengkapan kolom itu 8/10 atau 80%. Jika satu pasangan baris mengulang transaksi yang sama, jumlah transaksi unik bisa sembilan setelah bukti mengonfirmasinya. Namun, jangan langsung menghapus baris yang mirip atau mengisi masa kosong dengan bulan sekarang. Catat masalah, dampaknya pada pertanyaan layanan, dan bukti yang masih diperlukan. Nilai yang tidak biasa dapat sah dan perlu ditelusuri.
Dimensi | Pertanyaan pemeriksaan | Contoh masalah fiktif |
|---|---|---|
Akurasi | Sesuai bukti yang dapat diperiksa? | Nominal berbeda dari bukti |
Kelengkapan | Informasi yang dibutuhkan tersedia? | Masa pajak kosong |
Keunikan | Satu kejadian dihitung satu kali? | Satu transaksi tersalin dua kali |
Konsistensi | Arti dan satuan sama? | Rupiah bercampur ribuan rupiah |
Ketepatan waktu | Cukup mutakhir untuk layanan? | Pembayaran pagi belum masuk daftar |
Validitas | Memenuhi bentuk dan rentang yang disepakati? | Bulan 13 |
Tentukan tujuan penggunaan serta arti satu baris sebelum menilai kualitas.
Periksa keenam dimensi dengan aturan sederhana yang ditulis terlebih dahulu.
Hitung jumlah masalah dengan penyebut yang jelas dan catat identitas buatan yang terkait.
Urutkan tindak lanjut menurut dampak layanan dan ketersediaan bukti; tahan perubahan yang belum terverifikasi.
Audit sepuluh transaksi PBJT fiktif. Dua baris tidak memiliki masa pajak; satu baris memuat bulan 13; satu pasangan merupakan salinan transaksi yang sama menurut bukti sumber; dan nilai pada satu baris berbeda dengan bukti. Masalah boleh bertumpang tindih. Hitung kelengkapan masa pajak, sebutkan dimensi setiap masalah, serta jumlah transaksi unik setelah pasangan ganda terkonfirmasi.
Kelengkapan keberadaan masa pajak 8/10 = 80%; bulan 13 menunjukkan validitas, pasangan transaksi sama menunjukkan keunikan, dan perbedaan dari bukti menunjukkan akurasi. Jumlah transaksi unik 9. Kelengkapan 80% tidak berarti semua delapan nilai valid atau akurat, dan jumlah masalah tidak boleh dijumlahkan sebagai jumlah baris bermasalah bila bertumpang tindih.
Menyamakan format yang valid dengan nilai yang pasti benar.
Menghapus objek PBB-P2 yang sama pada tahun berbeda sebagai duplikasi.
Mengisi nilai kosong atau membuang pencilan tanpa memeriksa bukti.
Business Intelligence untuk Pajak Daerah, Bab 1, hlm. 5 dan 7: kualitas, pembersihan, validasi, dan standardisasi
EDA, hlm. 1–2 dan 10: makna variabel, unit observasi, audit nilai hilang dan duplikasi
Materi ditinjau pada 15 Oktober 2026, diadaptasi dari materi pelatihan analitika data pada folder sumber. Seluruh nama, identitas, angka dan kasus latihan dibuat fiktif; bukan temuan, target atau realisasi Kabupaten Garut. Gunakan data latihan saat mengerjakan tugas. Hasil analisis mendukung verifikasi oleh petugas dan tidak menggantikan dokumen, kewenangan atau prosedur perpajakan yang berlaku.