Dari kursus Perangkat aman untuk layanan pajak
15 menit
Rani membuka loket dengan laptop dinas. Pemeriksaan awalnya sederhana: perangkat masih didukung vendor, pembaruan terpasang, perlindungan malware aktif, kunci layar bekerja dan aplikasi berasal dari sumber yang disetujui. Tanda centang ini mengurangi peluang masalah; tidak menjamin perangkat bebas ancaman. Jika pembaruan tertunda, ia mencatatnya dan meminta jadwal TI, bukan menonaktifkan fitur tersebut.
Buat batas antara tindakan pengguna dan tindakan pengelola. Pengguna dapat mengunci layar, menutup pekerjaan, menghindari aplikasi tak dikenal dan melaporkan peringatan. Enkripsi disk, akun administrator, pengelolaan perangkat serta kunci pemulihan harus mengikuti pengaturan instansi. Mengubah konfigurasi tanpa koordinasi dapat mengunci arsip atau mengganggu layanan.
Dalam simulasi, laptop A diperbarui tetapi dibiarkan terbuka; laptop B terkunci tetapi menggunakan aplikasi bajakan. Keduanya memiliki celah berbeda. Daftar pemeriksaan yang baik memuat keadaan yang diamati, tindak lanjut, pemilik tindakan dan batas waktu. Jangan menulis password, kunci enkripsi atau nomor identitas wajib pajak di daftar tersebut.
Periksa status pembaruan dan perlindungan melalui menu resmi perangkat.
Pastikan kunci layar berfungsi; gunakan ketika beranjak dari meja.
Catat hal yang perlu ditangani TI serta tanggal tindak lanjut.
Buat daftar pemeriksaan fiktif laptop A dan B di atas. Pilih tiga tindakan yang bisa dilakukan pengguna serta dua tindakan yang memerlukan TI.
Daftar menyebut status, risiko, penanggung jawab dan tindak lanjut tanpa menampilkan konfigurasi rahasia perangkat nyata.
Menganggap antivirus menggantikan pembaruan dan pengendalian akses.
Mematikan pengaman agar aplikasi tak dikenal dapat dijalankan.
CISA: Four Cybersecurity Essentials for SLTTs
CISA: Protect the data stored on your devices
Materi ditinjau pada 14 Oktober 2026. Kasus, nama, nomor dan dokumen latihan seluruhnya fiktif. Jangan memasukkan data wajib pajak, password, OTP, recovery code atau tangkapan layar akun nyata ke LMS. Terapkan tindakan pada sistem kerja hanya sesuai penugasan, SOP dan kebijakan instansi.